LA Startup 2011

September 10, 2011 in News

Orion menjadi finalis LA-Lights Community StartUp 2011. Kini, di bawah naungan Sony Music Entertainment Indonesia, Orion mencoba memberi warna baru di industri musik tanah air dengan single “Tak Pernah Berhenti”.

Ring Back Tone ORION – Tak Pernah Berhenti

September 10, 2011 in News

Setelah sekian lama menunggu, sejak Grand Final LA Lights Community STARTUP 2011 (Sabtu/16/April/2011) di Tennis Indoor Senayan, akhirnya RBT (Ring Back Tone) ORION – Tak Pernah Berhenti telah dirilis. Bagi para pecinta musik Indonesia yang menggunakan layanan di 8 provider GSM dan CDMA terkemuka sudah dapat memasang lagu ini sebagai Nada Sambung atau RBT. Caranya:

INDOSAT: ketik MG 0641968 kirim ke 808
XL : ketik 10133622 kirim ke 1818
AXIS : ketik ON 0115782 kirim ke 333
3 : ketik RBT 0115782 kirim ke 1212
FLEXI: ketik RING ON 0115782 kirim ke 1212
ESIA : ketik RING 0115782 kirim ke 888
SMART: ketik 9115782 kirim ke 2525
TELKOMSEL: ketik LASBJ kirim ke 1212

Dukung kami, gunakan RBT nya, “Maju terus industri musik tanah air”. (Cql)

Sepuluh Finalis LA Lights Start Up! 2011 Resmi Rilis Album

December 22, 2011 in New Release

Liputan6.com, Jakarta: Setelah melewati tahap seleksi grand final pada 16 April lalu, sepuluh finalis LA Light Start Up! 2011 akhirnya merilis album kompilasi teranyar. Album ini digarap melalui dapur rekaman Sony Music Indonesia, Rolling Stone dan Megapro Communications.

Sejumlah artis turut memeriahkan acara peluncuran album di Score! Cafe Citos, Jakarta Selatan, Selasa (20/12). Mereka adalah Judika, Audi, Terry, Rindra (Padi) dan Qoqo She. Dukungan ini sebagai bentuk apresiasi musisi yang bernaung di bawah label Sony Music Indonesia.

Sebelum berkompetisi di grand final, sepuluh finalis LA Light Start Up! 2011 mendapat pembekalan di ajang Band Camp. Mereka dikarantina selama dua hari dan diberi berbagai pengetahuan musik dari para pakar berpengalaman, seperti Jan Djuhana dari Sony Music dan Adib Hidayat dari Rolling Stone.

Seperti diketahui, LA Light Start Up! 2011 merupakan wadah musik apresiasi LA Light terhadap grup band Tanah Air yang semakin berkembang. LA Light ingin mewujudkan mimpi para musisi berbakat untuk mencapai kesuksesan dalam industri musik.

Sepuluh finalis LA Light Start Up! 2011 tersebut masing-masing bernama Bluetooth, Aerob, Singlelicious, Dee’Or, D’Twins, Supermario, Taman Langit, Orion, Axelle dan Debumi. (WIL/ULF)

Ghiboo.com -  Untuk mewadahi anak band Indonesia yang ingin masuk dalam industri tanah air, LA Lights berkerjasama dengan Sony Music Indonesia menggelar sebuah kompetisi pencarian band terbaik, LA Lights Start Up!

Setelah melalui 20 panggung untuk 400 band Rookie Stage pada akhir bulan Januari – Febuari 2011, dan 8 panggung untuk 160 band Big Stage pada bulan Maret 2011, maka terpilihlah 10 finalis LA Lights Start Up! 2011. Mereka adalah, band Bluetooth, Aerob, Singlelicious, Dee’Or, D’Twins, Supermario, Taman Langit, Orion, Exelle dan Debumi.

Sampai pada hasil akhir, para Juri yang terdiri dari Jan Djuhana, Senior Director Artists & Repertoire Sony Music Indonesia, Adib Hidayat; Redaktur majalah musik Rolling Stone, Fadly “Padi”, Andi /rif dan Baron memilih band Aerob sebagai Juara I dari LA Lights Start Up! 2011. Dan sebagai salah satu hadiah,  finalis 10 besar yang terpilih dibuatkan album kompilasi, LA Lights Start Up! 2011.

Selasa (20/12) kemarin, Sony Music Indonesia menggelar launching album, LA Lights Start Up! 2011 di Score, Cilandak Town Square. Dalam presscon, Adib Hidayat, salah satu juri menyampaikan harapannya terhadap finalis yang menang dan kepada sponsorship. “Para finalis jangan berhenti sampai disini untuk membuat lagu bagus, teruslah berkarya. Dan, bagi para sponsorship agar selalu memfasilitasi atau mencarikan event untuk mereka isi, supaya masyarakat bisa mengenali band-band LA Light Start Up! 2011 ini,” ujar Adib.

Acara launching album ini turut menghadirkan aksi panggung dari 10 finalis band, yang membawakan lagu ciptaan mereka sendiri. Menariknya, LA Lights dan Sony Music indonesia juga mengundang penyanyi dan musisi kenamaan tanah air, seperti Judika, Audy, Rindra Padi, Qoqo SHE dan Terry, untuk berkolaborasi dengan lima finalis band teratas. Performance kolaborasi ciamik ditampilkan oleh band Aerob featuring Audy, Exelle featuring Judika, dan DEE’OR featuring Rindra Padi, Debumi featuring Tere dan Singlelicious bersama Qoqo SHE.

Cerita Ayu Ting Ting Soal Asal Namanya

October 26, 2011 in Selebriti

Kapanlagi.com – Jagad musik dangdut Indonesia kembali naik setelah sebuah lagu berjudul Alamat Palsu meledak di pasaran. Perhatian pun tertuju pada penyanyi lagu tersebut, yakni Ayu Ting Ting. Saat dihubungi lewat telepon, Jumat (30/9), Ayu bersedia bercerita mengenai namanya yang lucu tersebut.

“Saya kan masih ting-ting, hahahaha. Awalnya saya itu punya album pertama dengan judul Dilanjut Aja, ada judulnya yang Ting Ting juga. Liriknya saya masih ting-ting, dan dijamin ting-ting. Produser dulu bilang kenapa nama saya gak ditambahi itu, kan unik, dan gampang diingat, aku juga suka,” jelasnya.

Bahkan, berkat lagu dan namanya yang unik tersebut, kini Ayu memiliki jadwal yang begitu banyak untuk show, dirinya pun mengaku bersyukur dan tidak menyangka.

“Waktu tampil di TV, temen-temen suka nonton, mereka hapal lagunya, bilang ke saya. Saya kurang percaya, waktu saya lihat, eh ternyata ada Olga, om Sule nyanyi itu. Ini kayak mimpi, seneng banget. Ini lagu dari 2007 dan baru meledak sekarang. Ada lagu yang penyanyinya gak tahu, tapi ini Alhamdulilah tahu saya,” jelas Ayu senang. (kpl/ato/aia)

Coldplay: Bakar Saja Album Kami!

October 26, 2011 in Musik Manca

Kapanlagi.com – 24 Oktober kemarin Coldplay kembali merilis album. Album kelima ini diberi judul MYLO XYLOTO. Angka penjualan memang belum bisa didapatkan karena angka ini baru muncul setelah satu pekan album beredar. Meski optimis bakal memuaskan para fans namun Coldplay sempat bilang kalau para fans yang tak suka album ini boleh membakarnya.

Saat ditanya apa yang ditawarkan Coldplay lewat album MYLO XYLOTO ini, Chris Martin, dengan bercanda, mengatakan, “Rasanya ini adalah album kami yang paling utuh, sebagai CD bentuknya nyaris seperti lingkaran sempurna, harganya kurang dari 20 Poundsterling dan kalau Anda tidak suka, Anda bisa membakarnya untuk menghangatkan diri, jadi ada tiga alasan kuat untuk membeli album ini.”

Bukan tak mungkin MYLO XYLOTO bakal menembus posisi terhormat U.K. Album Chart pekan depan walaupun untuk mencapai status ini Coldplay harus bekerja ekstra keras. Bukan kenapa, saat ini NOEL GALLAGHER’S HIGH-FLYING BIRDS milik Noel Gallagher berada di posisi tertinggi dan tak mudah untuk menggeser posisi ini.

“Rasanya tidak mungkin, selama ini kami tidak pernah menggeser Noel Gallagher,” ujar Chris Martin seperti dikutip dari Contact Music. (kpl/cmc/roc)

Get Ready for L.A. Lights Community StartUp 2012

September 10, 2011 in News

L.A. LIGHTS COMMUNITY START UP 2011 TELAH DIMULAI!!. Pastikan kamu mendapatkan informasinya di http://www.la-startup.com Jangan lupa ikuti infonya di Facebook http://www.facebook.com/lalights.startup

‘The Next Santana’, Pay Tetap Gaet Dewiq

September 3, 2011 in Musik Domestik

Kapanlagi.com – Solo karir jadi pilihan Pay BIP setelah sekian lama tak muncul di industri musik tanah air. Mengambil konsep seperti Santana, Pay tetap menjadi gitaris tanpa menyanyi. Urusan vokal lebih diserahkan kepada mantan vokalis BIP, Irang, dan jebolan MAMAMIA, Vanya.Istimewanya, untuk proyek Pay featuring Irang dan Vanya ini, musisi bernama asli Parlin Burman Siburian itu tetap mengajak sang mantan istri Dewiq. “Lirik tetap dibantu sama Mbak Dewiq. Sampai detik ini masih (kerja sama), ada beberapa lagu, tapi nggak dikerjakan semua,” ungkapnya.

Dijumpai saat pembuatan video klip terbarunya berjudul Pas Kena Hatiku di Sekolah Duta Bangsa, Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini, Pay mengaku mengandalkan versi yang benar-benar ‘gue banget’ – bukannya yang mengutamakan komersil seperti kebanyakan orang. Pun begitu, bukan berarti tidak ada target yang ingin dicapainya.

“Ini kan gue banget, karena gue tahu mau bikin apa. Gue kan kalau band harus nyamain banyak otak, jadi (kali ini) gue bener-bener tahu yang gue pengen lakuin,” ujarnya.

“Nantinya (proyek ini) akan jadi mini album. 5 lagu bahasa Indonesia, 5 lagu Inggris. Rencananya begitu (go international). Ya mungkin karena ada rencana distribusi keluar, dan labelnya percaya banget,” sambung Pay.

Sementara itu, Vanya yang digaet langsung oleh Pay mengaku cukup deg-degan pada awalnya. Namun berkat suasana santai yang dibangun Pay, semua bisa dilakoninya dengan wajar. Kesan ‘dark’ saat pembuatan video klip tetap bisa membuatnya merasa nyaman. “Pas recording ambil sisi positifnya aja,” kata Vania berbagi tips.    (kpl/gum/boo)

Iwan Fals Satukan Musisi Muda dan Musik Tradisional

September 3, 2011 in Musik Domestik

Bang Iwan FalsKapanlagi.com – Jika dulu Iwan Fals lebih dikenal sebagai musisi yang hanya ditemani gitar kala manggung, kali ini penampilan Iwancukup berbeda. Kolaborasi dengan musik tradisional terasa unik sekaligus segar.Atas kolaborasi yang tak biasa ini, Iwan pun punya pendapat sendiri. Musisi gaek ini mengaku lebih bersemangat kala tampil berbeda.

“Itu (kolaborasi musik tradisional) nilai lain lagi, itu juga yang membuat saya jadi semangat. Sentuhan-sentuhan tradisi itu tetap memperkaya jati diri saya. Saya sudah ketua-an pakai topeng ingin tampil apa adanya,” ujar Iwan kala ditemui seusai manggung di acara Puncak Konser Kemenangan Djarum Coklat di Lapangan Gazibu, Bandung, Jumat (26/8).

Selain kolaborasi dengan musik tradisional ini, Iwan pun sempat tampil dengan para juniornya membawakan lagu Mata Dewa. Beberapa vokalis ternama pun mengadu penampilan dengan Iwan, termasuk Armand Maulana, Rizal Armada, Faank Wali Band, Candil Seurieus, dan Iwa K.

Gimana rasanya nih bernyanyi bersama para junior? “Saya suka sekali mudah-mudahan temen-temen sadar bisa didenger lagu-lagu mereka tadi. Saya berharap kembalikan melodi yang indah dari Indonesia. Mudah-mudahan temen-temen tadi mau menggali potensi diri sendiri,” jawab Iwan.

Selain terasa segar, kolaborasi dengan musisi-musisi muda inipun menjadi satu ajang reuni tersendiri untuk Iwan. “Saya pernah mainin lagu itu (Mata Dewa) di rumah sama Gigi, udah lama gak ketemu jadi lebih melepas kangennya dari pada nyanyi, nada gak lagi penting tapi hubungan kasih sayang itu yang lebih penting,” pungkasnya.  (kpl/gum/mae)

Lady GaGa – Luc Carl Segera Gelar Pernikahan

August 26, 2011 in Gossip

Kapanlagi.com – Setelah lama menjalani hubungan putus nyambung dengan sang kekasih, Luc Carl, kabarnya sang Mother Monster, Lady GaGa, akan segera mengakhiri masa lajangnya. Dan tak perlu menunggu lama, karena kabarnya pernikahan mereka akan digelar akhir tahun ini.Penyanyi berusia 25 tahun ini telah menjalin hubungan kasih dengan sang pengusaha bar sejak 2005 silam. Kabar mengenai pernikahan ini terpicu setelah GaGa terlihat mengorganisir sebuah pernikahan yang akan digelar di tempat asal Luc, Omaha, Nebraska. Bahkan, GaGa juga mengundang para fans setianya.

GaGa sangat mencintai fansnya sampai-sampai dia ingin mereka hadir di hari istimewanya. Dia sendang menyelenggarakan sebuah undian dengan hadiah undangan pernikahannya agar para Little Monster ini bisa melihatnya saat menikah,” ujar seorang sumber pada Daily Star.

Tapi, bukan GaGa namanya kalau tidak meriah dan nyentrik. Rencananya, pernikahannya ini akan diramaikan dengan lebih dari selusin pengiring pengantin, atraksi trapeze, kembang api, dan pertunjukan cahaya. Dan kesemuanya akan dipoles dengan gaya khas GaGa.

Berbicara tentang tempat yang akan dipakai GaGa menggelar pernikahan, CenturyLink Centre, sang sumber berujar, “Tempat ini biasanya dipakai untuk konser, basket, dan pertandingan hoki es. GaGa sempat manggung di sana pada St Patrick Day tahun ini, dan dia sangat suka dengannya. Menurutnya tempat ini cocok untuk perayaan pernikahan besar-besaran. Dia sangat mencintai fansnya, jadi menikah di gedung sebesar ini akan sangat cocok untuk berterima kasih pada para fans karena dukungan mereka, dan memperbolehkan mereka semua hadir di hari istimewanya.” Siap-siap kostum unik untuk hadir di pernikahan GaGa(spl/mae)

Endah N Rhesa Berharap Musik Indonesia Variatif

August 26, 2011 in Musik Domestik

Kapanlagi.com – Pasangan musisi yang dikenal akan idealisme mereka dalam bermusik, Endah N Rhesayang dijumpai di Pisa Cafe, Menteng, Senin (22/8) menceritakan tentang sikap dan perasaan mereka terhadap dunia musik Indonesia.”Seperti yang dibilang Rhesa, kami masih optimis dengan penjualan album fisik. Karena kalo pasar kita emang orang lebih suka beli fisik daripada RBT, meski emang ada donwload tapi mereka lebih ada kesadaran membeli. Jadi album itu penting buat musisi, itu bentuk dokumentasi kita yang bisa diwariskan untuk generasi mendatang, meski dampaknya baru kerasa 20 tahun lagi,” jelas Endah.Sementara saat disinggung perihal fenomena boyband dan musik melayu, Endah N Rhesa memiliki pendapat sendiri.

“Itu bebas ya. Musik itu balik lagi ke pilihan artisnya. Yang kasian itu kalo artisnya banyak diseti, tapi emang itu udah pilihan dia. Ada juga musisi indie yang mengeluh bikin lagu gak laku, semua balik ke pilihan masing-masing. Berkarya itu kreatifitas dan kebahagiaan melalui pilihan. Kami gak mau campuri hal itu. Mudah-mudahan musik yang tampil di media massa dan masyarakat lebih bervariatif, supaya banyak pilihan,” tutup Endah.  (kpl/gum/aia)