You are browsing the archive for Musik Domestik.

‘The Next Santana’, Pay Tetap Gaet Dewiq

September 3, 2011 in Musik Domestik

Kapanlagi.com – Solo karir jadi pilihan Pay BIP setelah sekian lama tak muncul di industri musik tanah air. Mengambil konsep seperti Santana, Pay tetap menjadi gitaris tanpa menyanyi. Urusan vokal lebih diserahkan kepada mantan vokalis BIP, Irang, dan jebolan MAMAMIA, Vanya.Istimewanya, untuk proyek Pay featuring Irang dan Vanya ini, musisi bernama asli Parlin Burman Siburian itu tetap mengajak sang mantan istri Dewiq. “Lirik tetap dibantu sama Mbak Dewiq. Sampai detik ini masih (kerja sama), ada beberapa lagu, tapi nggak dikerjakan semua,” ungkapnya.

Dijumpai saat pembuatan video klip terbarunya berjudul Pas Kena Hatiku di Sekolah Duta Bangsa, Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini, Pay mengaku mengandalkan versi yang benar-benar ‘gue banget’ – bukannya yang mengutamakan komersil seperti kebanyakan orang. Pun begitu, bukan berarti tidak ada target yang ingin dicapainya.

“Ini kan gue banget, karena gue tahu mau bikin apa. Gue kan kalau band harus nyamain banyak otak, jadi (kali ini) gue bener-bener tahu yang gue pengen lakuin,” ujarnya.

“Nantinya (proyek ini) akan jadi mini album. 5 lagu bahasa Indonesia, 5 lagu Inggris. Rencananya begitu (go international). Ya mungkin karena ada rencana distribusi keluar, dan labelnya percaya banget,” sambung Pay.

Sementara itu, Vanya yang digaet langsung oleh Pay mengaku cukup deg-degan pada awalnya. Namun berkat suasana santai yang dibangun Pay, semua bisa dilakoninya dengan wajar. Kesan ‘dark’ saat pembuatan video klip tetap bisa membuatnya merasa nyaman. “Pas recording ambil sisi positifnya aja,” kata Vania berbagi tips.    (kpl/gum/boo)

Iwan Fals Satukan Musisi Muda dan Musik Tradisional

September 3, 2011 in Musik Domestik

Bang Iwan FalsKapanlagi.com – Jika dulu Iwan Fals lebih dikenal sebagai musisi yang hanya ditemani gitar kala manggung, kali ini penampilan Iwancukup berbeda. Kolaborasi dengan musik tradisional terasa unik sekaligus segar.Atas kolaborasi yang tak biasa ini, Iwan pun punya pendapat sendiri. Musisi gaek ini mengaku lebih bersemangat kala tampil berbeda.

“Itu (kolaborasi musik tradisional) nilai lain lagi, itu juga yang membuat saya jadi semangat. Sentuhan-sentuhan tradisi itu tetap memperkaya jati diri saya. Saya sudah ketua-an pakai topeng ingin tampil apa adanya,” ujar Iwan kala ditemui seusai manggung di acara Puncak Konser Kemenangan Djarum Coklat di Lapangan Gazibu, Bandung, Jumat (26/8).

Selain kolaborasi dengan musik tradisional ini, Iwan pun sempat tampil dengan para juniornya membawakan lagu Mata Dewa. Beberapa vokalis ternama pun mengadu penampilan dengan Iwan, termasuk Armand Maulana, Rizal Armada, Faank Wali Band, Candil Seurieus, dan Iwa K.

Gimana rasanya nih bernyanyi bersama para junior? “Saya suka sekali mudah-mudahan temen-temen sadar bisa didenger lagu-lagu mereka tadi. Saya berharap kembalikan melodi yang indah dari Indonesia. Mudah-mudahan temen-temen tadi mau menggali potensi diri sendiri,” jawab Iwan.

Selain terasa segar, kolaborasi dengan musisi-musisi muda inipun menjadi satu ajang reuni tersendiri untuk Iwan. “Saya pernah mainin lagu itu (Mata Dewa) di rumah sama Gigi, udah lama gak ketemu jadi lebih melepas kangennya dari pada nyanyi, nada gak lagi penting tapi hubungan kasih sayang itu yang lebih penting,” pungkasnya.  (kpl/gum/mae)

Endah N Rhesa Berharap Musik Indonesia Variatif

August 26, 2011 in Musik Domestik

Kapanlagi.com – Pasangan musisi yang dikenal akan idealisme mereka dalam bermusik, Endah N Rhesayang dijumpai di Pisa Cafe, Menteng, Senin (22/8) menceritakan tentang sikap dan perasaan mereka terhadap dunia musik Indonesia.”Seperti yang dibilang Rhesa, kami masih optimis dengan penjualan album fisik. Karena kalo pasar kita emang orang lebih suka beli fisik daripada RBT, meski emang ada donwload tapi mereka lebih ada kesadaran membeli. Jadi album itu penting buat musisi, itu bentuk dokumentasi kita yang bisa diwariskan untuk generasi mendatang, meski dampaknya baru kerasa 20 tahun lagi,” jelas Endah.Sementara saat disinggung perihal fenomena boyband dan musik melayu, Endah N Rhesa memiliki pendapat sendiri.

“Itu bebas ya. Musik itu balik lagi ke pilihan artisnya. Yang kasian itu kalo artisnya banyak diseti, tapi emang itu udah pilihan dia. Ada juga musisi indie yang mengeluh bikin lagu gak laku, semua balik ke pilihan masing-masing. Berkarya itu kreatifitas dan kebahagiaan melalui pilihan. Kami gak mau campuri hal itu. Mudah-mudahan musik yang tampil di media massa dan masyarakat lebih bervariatif, supaya banyak pilihan,” tutup Endah.  (kpl/gum/aia)

7 September, Nidji Rekaman di Australia

August 20, 2011 in Musik Domestik

Kapanlagi.com - Mengenai album keempat NidjiGiring menuturkan bahwa saat ini proses pengerjaannya sudah mencapai 75 persen. Menurut Giring yang membuat lama karena album ini digarap menjadi 2 album dengan 2 bahasa yaitu Indonesia dan Inggris.

“Ada dua macam album ya, yang LIBERTY bahasa Indonesia, VICTORY bahasa Inggris,” paparnya saat dijumpai di Epicentrum, Rasuna Sahid, Jakarta, Kamis (18/8).

Di bulan September nanti, Nidji akan rekaman di Australia yang mana akan menjadi tempat pertama album ini akan dirilis.

“7 September rekaman di Australia untuk edisi bahasa Inggris. Rencananya dirilis pertama di Australia baru ke indonesia,” terang Giring.

Lebih lanjut Giring menambahkan bahwa setelah pasar Australia dia akan segera menyerbu pasar Asia. Nidji juga tak menutup kemungkinan jika nanti mereka bisa masuk ke pasar negara lainnya.

“Kalau ke Amerika lebih jauh dan biaya besar. Semoga tahun depan ke Amerika, doain ya,” tukasnya. (kpl/uji/faj)

Maudy Ayunda Mantapkan Diri di Dunia Nyanyi

August 19, 2011 in Musik Domestik

Kapanlagi.com – Munculnya penyanyi-penyanyi baru di belantika musik Indonesia ternyata tidak membuat penyanyi muda, Ayunda Faza Maudya, atau lebih dikenal dikenal dengan Maudy Ayunda berkecil hati.Setelah Maudy kemarin tampil apik di film SANG PEMIMPI kini Maudy memantapkan karirnya di dunia musik. Ia yang baru saja merilis single perdananya Tiba Tiba Cinta Datang ini mulai mencuri hati penikmat musik Indonesia.

Sesuai dengan usianya yang masih 17 tahun, single perdana Maudy yang diciptakan oleh Merry L.C, dan diaransemen Tohpati ini, terdengar ceria dan sesuai dengan karakternya.

“Itu lagu perkenalan aku yang mencerminkan keremajaan album aku dan juga umur aku, tentang anak cewek baru jatuh cinta gitu,” ujarnya kepada KapanLagi.com® beberapa waktu lalu.

Ditemui saat promosi single terbarunya di beberapa radio di Jakarta, Maudy menceritakan proses pembuatan album perdananya yang bertajuk, PANGGIL AKU….

“Kebetulan pengennya album aku ada cerita aja, jadi lagu pertama ini memperlihatkan keremajaan gitu,” pungkasnya. (kpl/riz/faj)